I am Sorry

Baru ku sedar, terlalu banyak kerjaan ku sehingga lama tidak mengunjung ruang doa. Why human always forgot Him during happy times but will only come back to Him in Sad moment? Hati ku sedih apabila mempunyai seorang rakan yang tidak kurang baiknya langsung tidak memahami keadaan yang pedih dan sukar ditanggung oleh manusia. Kadangkala, saya sendiri berasa bersalah disebabkan kesibukan duniawi, saya hampir lupa tanggungjawab sebagai seorang Kristian dan mungkin sudah tiba masanya saya sedar dan harus bertobat. Agar saya dapat menghilangkan penat yang terbuku di hati sekian lama dan mendapat kehidupan yang sederhana serta rakan yang terima saya seadanya.

Dalam Kitab Filipi, bab 2, ayat 1 hingga 7, "1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia." - Demikianlah sabda Tuhan, dan ku renung kehidupan sendiri. Buat apa saya mahu buang masa dengan pekerjaan yang sia sia sedangkan saya mempunyai keluarga yang harus diambil berat? Kini ku tersentak.

Kepada rakan yang dikasihi, walau bagaimana pun, saya tetap sayang kamu dan tidak pernah saya berfikir and berniat untuk menyakiti hati kamu. Apabila kamu lapar, saya akan cuba mengenyangkan kamu, apabila kamu haus, akan ku hulur air untuk menghilangkan dahaga kamu, namun, jangan harapkan yang melampaui jangkauan saya sendiri, berikanlah saya sedikit belas kasihan dan walau dengan apa keadaan sekalipun, saya tetap kawan kamu dan minta maaf sekiranya saya perlu melukai hati kamu. Saya berjanji akan memberi peluang kepada minda saya sendiri agar lebih fokus ke arah yang lebih cerah dan kembali ke asal. Terima kasih Tuhan.
sadey
1